top banner

5 Tanda Utang Kartu Kredit Anda di Luar Kendali

Sangat mudah berutang kartu kredit. Satu atau dua pembelian barang di luar anggaran bisa menjadi bola salju tumpukan utang.

Tidak masalah berapa banyak utang kartu kredit Anda, yang penting adalah menghadapinya dan membuat rencana untuk melunasi semuanya.

Berikut adalah lima tanda utang kartu kredit Anda sudah di luar kendali, seperti dikutip dari USNews.com, Senin (27/7/2015), beserta tips untuk kembali memegang kendali keuangan Anda:

1. Anda berada dalam fase penyangkalan
Mengabaikan tagihan, menghindari panggilan nomor tidak dikenal, dan menahan diri dari membahas keuangan, merupakan tanda Anda berada dalam fase penyangkalan.

Mengabaikan utang hanya membuat bunga dan denda keterlambatan pembayaran terus meningkat. Anda harus mengambil kontrol kembali. Lihatlah laporan saldo, daftar masing-masing utang, tanggal jatuh tempo, pembayaran minimum, dan tingkat suku bunga.

Prioritaskan utang Anda mulai dari suku bunga tertinggi. Gunakan dana darurat atau tambahan untuk membayar utang tersebut. Setelah lunas, berpindahlah pada utang berikutnya sampai saldonya menjadi nol rupiah.

2. Batas waktu pelunasan Anda tidak jelas
Jika tanggal bebas utang Anda adalah "suatu hari nanti", maka hal ini mencegah untuk mendapatkan kembali kontrol keuangan.

Sebuah tanggal pelunasan sangat penting untuk memaksa Anda mencurahkan waktu dan sumber daya memenuhi tenggat waktu. Rasa stres untuk melunasi utang juga berkurang.

Kalau Anda ingin mempercepat tanggal pelunasan, tingkatkan pendapatan dan turunkan pengeluaran. Pertimbangkan bekerja sampingan, meminta kenaikan gaji, atau menjual barang tidak terpakai untuk melunasi utang tersebut.

3. Anda melompat dari transfer saldo ke transfer saldo lainnya
Transfer saldo kartu kredit memang cara bagus meringankan beban dan melunasi utang dengan cepat. Namun, cara ini juga membuat Anda bergeser dari utang satu kartu kredit ke kartu kredit lainnya.

Hal tersebut tidak akan membuat kemajuan. Memindahkan saldo utang tidak sama dengan melunasinya. Anda harus melunasi saldo tersebut dan membuat kemajuan semaksimal mungkin. Kemudian membuat rencana untuk keluar dari utang dalam periode tertentu tanpa menambah bunga.

4. Anda mengorbankan tabungan untuk melunasi utang
Anda mungkin tidak dapat menyimpan banyak uang ekstra ketika di saat yang sama harus membayar utang kartu kredit. Sangat penting untuk menyisihkan anggaran bulanan untuk ditabung meskipun jumlahnya sedikit, apalagi jika Anda tidak memiliki dana darurat.

Semakin berutang, sebaiknya Anda semakin sering menabung. Jika tidak ada dana darurat, tetapkan nominal jumlah tabungan, misalnya Rp 10 juta, dan buat rencana agar angka itu segera terealisasi.

Kalau perlu, perketat pengeluaran supaya pendapatan bisa langsung masuk ke tabungan. Dari jumlah yang kecil namun jangka panjang, maka Anda dapat mencegah jatuh kembali ke dalam utang.

5. Anda terus-menerus cemas soal utang
Kecemasan merupakan tanda bendera merah karena bisa membuat stres dan tidak bisa tidur.

Jika Anda cemas dan tahu berapa jumlah utang, maka ikuti langkah-langkah di atas. Namun, apabila beban utang terlalu besar, Anda harus mencari alternatif lain.

Lakukan konsolidasi. Carilah bantuan profesional, seperti konsultan keuangan. Menyatakan diri bangkrut harus menjadi pilihan terakhir karena catatan merah ini akan membekas terus ke kehidupan keuangan Anda

10 Jurus Jitu Atur Tagihan Kartu Kredit

Pernahkah Anda menemui kesulitan dalam mengurus tagihan kartu kredit? Kalau ya, mungkin Anda kurang lihai dalam mengatur keuangan Anda.

RayeAnn Hoffman, wakil direktur dari sebuah layanan konseling kredit di Minnessota, Amerika Serikat membeberkan beberapa tips yang dapat Anda pakai untuk mengatur pengeluaran pembelanjaan kartu kredit Anda.

Seperti yang dilansir dari sctimes.com (10/7/2015) inilah beberapa tips yang dapat Anda pakai:
  1. Cobalah lacak pengeluaran Anda selama satu bulan untuk mencari tahu kemana saja perginya uang Anda.
  2. Buatlah list harga dari semua hal yang sudah Anda beli.
  3. Buatlah limit sejauh apa Anda boleh mengeluarkan uang untuk barang-barang yang bukan merupaan kebutuhan.
  4. Cobalah cari pekerjaan sampingan apabila pengeluaran Anda masih lebih besar dari pemasukan dan Anda pun sudah menekan pengeluaran seminimal mungkin.
  5. Cobalah untuk membuka rekening baru untuk menabung. Hal 
  6. tersebut dapat sangat membantu Anda disaat genting. Anda tidak perlu menabung terlalu banyak, justru jumlah yang sedikit dapat meringankan Anda untuk dapat menabung lebih sering.
  7. Mulailah untuk menabung untuk barang yang ingin Anda miliki. Jangan beli barang itu terlebih dahulu sampai Anda memiliki cukup uang untuk mendapatkannya.
  8. Menabunglah lebih banyak untuk kebutuhan yang penting seperti dana pensiun
  9. Gunakan kartu kredit dengan bijak. Cobalah gunakan kartu tersebut hanya ketika Anda sudah yakin dan memiliki rencana yang jelas untuk dapat membayarnya tepat waktu.
  10. Pantau terus laporan tagihan kartu kredit anda. Dengan ini Anda dapat mengetahui hal-hal apa saja yang sebaikny Anda kurangi dari pengeluaran Anda.
  11. Cobalah untuk tetap mengikuti rencana pengeluaran yang sama bahkan jika pengeluaran Anda meningkat.
 Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2267786/10-jurus-jitu-atur-tagihan-kartu-kredit



Kini Program Simpan Pinjam 3.0 bisa di ORDER via :

LAZADA : http://www.lazada.co.id/bamboomedia-program-simpan-pinjam-30-ungu-1191980.html

QOO10 INDONESIA : http://list.qoo10.co.id/item/BAMBOOMEDIA-PROGRAM-SIMPAN-PINJAM/428228315

ELEVENIA : http://www.elevenia.co.id/prd-bamboomedia-program-simpan-pinjam-3-0-6005212


Jangan Mau Ditipu Bank, BI Berikan Tips Seputar Bunga KPR

Jakarta -Bank Indonesia (BI) memberikan beberapa contoh perhitungan bunga kredit kepada para nasabah termasuk perhitungan KPR.

Direktur Departemen Komunikasi BI Difi Johansyah menjelaskan, perhitungan bunga kredit yang digunakan bank akan menentukan besar kecilnya angsuran pokok dan bunga yang harus dibayar debitur atas kredit yang diterima dari bank.

"Pemahaman mengenai berbagai perhitungan bunga akan membantu debitur dalam membuat keputusan untuk mengambil kredit yang paling menguntungkan sesuai dengan kemampuan keuangannya," ungkap Difi ketika berbincang dengan detikFinance, Jumat (31/5/2013).

Bagaimana menghitung bunga kredit? Beberapa cara yang digunakan oleh bank dalam menghitung bunga antara lain ada tiga metode yakni flat, effektif dan annuitas.

"Flat Rate perhitungan bunga didasarkan pada plafon kredit dan besarnya bunga yang dibebankan dialokasikan secara proporsional sesuai dengan jangka waktu kredit. Dengan cara ini, jumlah pembayaran pokok dan bunga kredit setiap bulan sama besarnya," ungkap Difi.

Sedangkan untuk Efektif (Sliding Rate). Perhitungan bunga dilakukan setiap akhir periode pembayaran angsuran.

"Pada perhitungan ini, bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya (baki debet) sehingga bunga yang dibayar debitur setiap bulannya semakin menurun. Dengan demikian, jumlah angsuran yang dibayar debitur setiap bulannya akan semakin mengecil," tutur Difi.

Sedangkan untuk anuitas, jumlah angsuran bulanan yang dibayar debitur tidak berubah selama jangka waktu kredit. Namun demikian komposisi besarnya angsuran pokok maupun angsuran bunga setiap bulannya akan berubah dimana angsuran bunga akan semakin mengecil sedangkan angsuran pokok akan semakin membesar.

Apakah Suku Bunga Kredit dapat berubah ?

Difi menjelaskan suku bunga kredit dapat berubah setiap saat selama jangka waktu kredit apabila bank menetapkan suku bunga mengambang (floating). Namun demikian, bank dapat menetapkan suku bunga yang bersifat tetap (fixed) selama jangka waktu kredit atau pada jangka waktu tertentu (jangka waktu yang diperjanjikan).

a. Suku Bunga Tetap (Fixed)

Pada suku bunga yang bersifat tetap, besarnya bunga yang harus dibayar Debitur selama jangka waktu yang diperjanjikan tidak akan berubah. Dengan demikian apabila pada saat perjanjian kredit telah ditetapkan suku bunga sebesar 12%, maka selama jangka waktu yang diperjanjikan suku bunga yang berlaku tetap 12%.

b. Suku Bunga Mengambang (Floating Rate)

Pada suku bunga yang bersifat mengambang, besarnya bunga yang harus dibayar Debitur dapat berubah sesuai dengan tingkat suku bunga yangditetapkan oleh bank. Dengan demikian apabila suku bunga yang disepakati pada awal perjanjian adalah sebesar 12%, maka selama jangka waktu kredit suku bunga dapat turun menjadi 10% atau bahkan naik menjadi 15%.

 Keuntungan dan Kerugian Perhitungan Suku Bunga

Difi menjelaskan juga, baik penetapan suku bunga secara tetap maupun secara mengambang dapat membawa keuntungan maupun kerugian bagi Debitur.

Keuntungan

Suku bunga tetap:

  • Kepastian besarnya bunga yang dibayar
  • Tidak ada perubahan suku bunga walaupun suku bunga pasar mengalami kenaikan
Suku bunga mengambang:
  • Pada saat terjadi penurunan suku bunga pasar maka tingkat suku bunga kredit ikut turun.
"Keuntungan suku bunga tetap bagi Debitur adalah adanya kepastian besarnya suku bunga yang harus dibayar setiap periodenya. Selain itu, apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan maka debitur diuntungkan karena adanya selisih suku bunga tersebut. Sementara itu keuntungan suku bunga floating bagi Debitur dapat terjadi apabila suku bunga pasar mengalami penurunan sehingga besarnya bunga yang harus dibayar Debitur pada periode tersebut pun menjadi lebih rendah daripada periode sebelumnya," ungkapnya.

Kerugian

Suku bunga tetap:
  • Apabila suku bunga pasar berada di bawah suku bunga tetap maka suku bunga kredit menjadi lebih mahal

Suku bunga mengambang:
  • Apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan maka suku bunga kredit akan ikut naik
"Untuk menghindari kesalahpahaman dikemudian hari dalam pemenuhan kewajiban pembayaran pokok dan bunga kredit dari bank, sebaiknya debitur membaca dan memahami isi Perjanjian Kredit," paparnya.

sumber : http://finance.detik.com/read/2013/05/31/144017/2261550/1016/1/jangan-mau-ditipu-bank-bi-berikan-tips-seputar-bunga-kpr

Tips Bisnis Simpan Pinjam




Untuk memulai bisnis usaha simpan pinjam  , anda tak usah membayangkan modal yang terlalu besar . Disini saya akan memberikan gambaran  bisnis usaha simpan pinjam .
Bisnis ini dapat di lakukan dimana saja , anda berprofesi ibu rumah tangga , mahasiswa , maupun pekerja kantoran pun  bisa mengerjakannya . Kunci bisnis ini adalah pemahaman anda tentang bunga yang harus anda berikan dan pembukuan yang tepat . Untuk memulainya , saya berikan gambaran anda memiliki modal sebesar Rp. 2.000.000 ,00 .
Modal  sebesar ini bisa anda kelola dengan memberikan pinjaman kepada rekan terdekat  anda dan  tetangga . Dari modal tersebut anda bisa memberikan pinjaman jangka pendek dengan plafon antara Rp . 200.000 ,00 s/d Rp. 500.000 , 00
dengan jangka waktu antara satu hingga tiga bulan .
Mengapa saya katakan jangka waktu yang pendek ,  dengan waktu yang relatif pendek inilah anda bisa memutar modal anda dengan cepat . Besarnya keuntungan pun akan anda peroleh dengan cepat .

Untuk akumulasi perhitungan sederhana usaha simpan pinjam dari modal anda diatas , misalnya anda perhitungkan bunga yang ingin anda peroleh secara global tiap bulannya 8 % , maka besarnya bunga tersebut

                             Rp. 2.000.000 , 00 x 8% = Rp. 160.000,-


Jika anda memberikan bunga yang berbeda untuk tiap nasabah anda , anda tinggal mengganti berapa persen bunga yang anda inginkan untuk tiap nasabah .  Kalau modal yang anda setor banyak tentu  bunga yang anda peroleh juga banyak . Selain  bunga , bisnis simpan pinjam ini juga bisa mengambil keuntungan dari biaya administrasi yang dibebankan kepada peminjam . Kalau di tempat saya , administrasi dikenakan sebesar 2 % dari plafon  peminjam . Biasanya administrasi simpan pinjam berkisar antara 2 s/d 4 %  , dan bunga nya antara 5 s/d 10 % perbulanya . Memang perbedaan cukup besar antara bunga pada bank dan simpan pinjam atau koperasi . Perbedaan ini karena syarat pengajuan di bank ataupun sejenisnya biasanya ribet dan lama , tapi pengajuan pinjaman pada  unit simpan pinjam sangatlah mudah dan cepat , bahkan untuk pinjaman dibawah Rp. 500.000 ,00 anda bisa menggunakan KTP anda sebagai jaminannya .  
Bagaimana , anda tertarik dengan sedikit ilustrasi  usaha simpan pinjam diatas ? Meskipun hanya bermodal sedikit , usaha simpan pinjam ini bisa anda kembangkan , dengan sistem pembukuan yang teratur akan meningkatkan bisnis ini .  Kalau anda sudah mendaatkan profit yang maksimal , anda bisa menambah modal anda . Semakin banyak modal yang anda kelola , semakin besar penghasilan  yang anda peroleh .

Sistem Suku Bunga Anuitas

Selain  bunga flat ,dan bunga efektif, bunga anuitas sering dipakai oleh pihak Bank.Bunga anuitas adalah modifikasi dari bunga efektif. Prinsip bunga anuitas hampir sama dengan bunga efektif yaitu menggunakan perhitungan bunga yang fair, yaitu bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar.
Perbedaan bunga anuitas dengan bunga efektif adalah pada jumlah angsuran per bulannya. Dalam bunga efektif, angsuran menurun sejalan dengan berkurangnya bunga; sedang dalam bunga anuitas angsuran dibuat sedemikian rupa agar sehingga tiap bulannya jumlahnya tetap.
Seperti bunga efektif, bunga anuitas biasanya dipakai pada perhitungan kredit jangka panjang misalnya KPR atau kredit usaha.
Mendekati berakhirnya masa kredit, keadaan akan menjadi berbalik. porsi angsuran pokok akan sangat besar sedangkan porsi bunga menjadi lebih kecil.  Dalam perhitungan anuitas, porsi bunga pada masa awal sangat besar sedangkan porsi angsuran pokok sangat kecil.
Di bawah ini  Rumus yang digunakan untuk mengetahui besarnya angsuran perbulan :








i = Suku bunga
m = Jumlah periode pembayaran

misalkan suatu Bank  memberikan kredit sebesar Rp 12.000.000,- selama 3 tahun (36 bulan ) dengan suku bunga 15% pertahun. Berapa jumlah yang diangsur tiap bulan oleh pihak penerima kredit, dan beri detail angsuran pokok dan bunga.

Perhitungannya :
 







Maka didapatkan besar angsuran yang harus dibayar setiap bulan
Rp. 415.983,94

Sistem Suku Bunga Floating atau Mengambang

Floating berarti mengambang, dasar perhitungan sistem bunga ini adalah SBI (untuk Indonesia),Atau SIBOR atau LIBOR ( dolar ).SIBOR adalah singkatan dari singapore interbank offering rate dan LIBOR adalah london interbank offering rate."Pak,kalau saya tidak tahu kepanjangan dari dua singakatan itu,apakah saya tidak bisa membeli rumah?" Ya,tidak ada hubungannya.Ini sekedar  informasi untuk anda.

"Kenapa harus mengikuti sistem singapura atau london,pak?"Kita tahu,sistem yang termasuk paling established untuk Eropa adalah London dan untuk Asia adalah Singapura.Lalu,kita juga sering membaca bahwa SBI turun,tetapi suku bunga belum turun.Kenapa? "kambing hitam"-nya adalah cost of fund ( CoF ).

Agar anda mudah memahaminya,anggap saja CoF adalah biaya kulakan bank.Jadi,bahwa SBI turun tetapi bunga kredit belum turun,itu disebabkan karena CoF masih tinggi.Sebagai perumpamaan,katakanlah Anda berdagang kaos dan anda kulak di Tanah Abang.Pada suatu ketika,harga kaos memang turun (SBI turun),tetapi ternyata biaya untuk sampai ke tanah abang tetap atau naik,misalnya biaya transportasi,biaya parkir,dan lain lain,Akibatnya,total biaya kulak anda tetap (CoF tetap tinggi),meskipun biaya material kaos telah turun,Yang termasuk dalam CoF antar lain adalah gaji pegawai bank dan biaya operasional bank.Dalam kaitan ini,setiap bank menerima tekanan persaingan.Jika CoF nya tinggi terus,bank yang bersangkutan akan diasingi oleh bank lain yang lebih efisien.Maka,dalam jangka menengah,bank harus menyesuaikan tingkat CoF-nya